Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the spidermag-pro domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/artikelb234boke/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
Cerita Sex Berhubungan Dengan Pacar Teman Rekan Kerjaku Yang Bohay Dan Mantap - Artikel Bokep - Artikel Cerita Seks - Artikel Sex Dewasa - Cerita Dewasa

Cerita Sex Berhubungan Dengan Pacar Teman Rekan Kerjaku Yang Bohay Dan Mantap

Cerita Sex  Berhubungan Dengan Pacar Teman Rekan Kerjaku Yang Bohay Dan Mantap

Cerita Sex Berhubungan Dengan Pacar Teman Rekan Kerjaku Yang Bohay Dan Mantap

Comments Off on Cerita Sex Berhubungan Dengan Pacar Teman Rekan Kerjaku Yang Bohay Dan Mantap

Bis kami rupanya tidak ada pada tempat. Ada dua kemungkinan, pertama kami ditingal dan ke-2 bis beralih parkir menanti pada pintu keluar. Kami menanyakan ke situ kesini, tidak ada yang dapat memberitahu di mana pintu keluar. Permasalahannya kami tidak dapat bahasa Mandarin, yang kami bertanya, benar-benar tidak memahami bahasa Inggris.

Bokep Jav Sub IndoMemakai bahasa sandi untuk bertanya pintu keluar, tidak seseorang juga pahaminya. Pada akhirnya kuputuskan kami akan balik ke hotel memakai taksi. Saya memang kantongi korek api hotel tempat kami bermalam Sekurang-kurangnya memperlihatkan korek api ke supir taksi, tentu ia mengetahui alamat hotel kami..

Kami memilih untuk keluar pintu depan Kota Terlarang yang segera berseberangan dengan Lapangan Merah. Diperjalanan kami berdua kepingin pipis. Celingak-celinguk menyaksikan sekitaran, tidak ada pertanda ada WC dekat situ. Di arah jam 2 kami menyaksikan beberapa kumpulan food stall. Kami percaya dekat sana tentu ada WC.

Tiap orang yang berpapakan kami bertanya di mana WC, tidak seorang juga memahami. Kami memang bawa buku kecil yang berisi terjemahan bahasa Indonesia – Mandarin. Tetapi di sana tidak kami dapatkan istilah WC. Semua istilah telah kusebutkan dimulai dari WC, toilet, jamban, sampai gunakan bahasa wilayah segela karena kesal, tidak ada orang yang memahami. Saya semakin kebingungan ingin bicara apalagi. Untuk menggunakan bahasa sandi, cukup sulit gesturenya, apalagi yang kutanya, tukang warung ialah cewek. Tetapi karena sudah kepingin sekali, pada akhirnya dalam bahasa kode saya memegang ke-2 tanganku dengan jemari telunjuk mengacungkan lantas kuletakkan di muka kemaluan.

Sang mbak rupanya tahu, ia tersenyum lantas menunjuk ke satu arah. Rupanya WCnya ada dibalik bangunan. Tidak ada pertanda yang dapat dibaca dalam huruf latin. WCnya kotor sekali, tetapi bolehkah buat telah tersesak berat pada akhirnya kami tambahin kejorokan WC itu dengan memancurkan air seni.

Lega rasanya, tinggal satu masalah kembali, bagaimana triknya cari taksi dan kembali lagi ke hotel. Kami sebelumnya sempat beberapa foto dahulu di muka gambar Ketua Mao pada pintu khusus Kota terlarang.

Seringkali kami melambai-lambai taksi, tetapi tidak satu juga ingin stop. Pada tempat kami mencegat taksi memanglah tidak terlihat ada mobil yang stop. Saya berpikiran, mungkin di jalan raya ini mobil dilarang setop.

Sementara saya repot mencari di mana tempat taxi shelter, sang Bode repot juga sapu pandangan pada orang yang hilir mudik. Mendadak di panggil namaku dan ia menjelaskan ada 2 cewek, yang istilah kami “ngelawan”. Tujuannya ia tidak menghindari pandangan mata kami. Menurut Bode ke-2 cewek ini dapat dikerjakan.

Saya 1/2 percaya, separuhnya sangsi. Saya cukup percaya, karena Bode sebelumnya pernah mengaplikasikan “pengetahuan” sebar daya tarik di Teheran, dan sukses. Saat itu kami berdua sedang di restaurant, dan ada cewek di atas meja yang lain duduk membelakangi kami. Bode katakan, sesaat lagi tuch cewek di muka kita akan ngelihat kita. Eh benar karena tidak lama selanjutnya ke-2 nya melihat kebelakang dan tersenyum ke kami.

Nach separuhnya kurang percaya karena kami tidak dapat bahasa Mandarin, lalu bagaimanakah triknya “memprovokasi” cewek supaya bisa kami “membawa”. Andaikan juga dapat bahasa Mandarin apa yang ingin diomongi untuk nenteng mereka.

Ke-2 nya cewek remaja manis-manis. Bode dekati ke-2 nya dan cewek-cewek itu ibarat menanti kehadiran Bode. Saya menyaksikan dari terlalu jauh dan kelihatannya mereka terlibat percakapan. Apa yang diomongi, aneh . Tetapi mereka lantas mendatangiku.

Saya cuma menyebutkan taxi mereka menggangguk, lantas menunjuk arah di seberang lapangan merah. Saya menyaksikan lokasi yang dipilih, lumayan jauh . Jalan di muka kami saja yang hendak dilewati kelihatan lebar sekali dan lapangan merahnya lebih lebar.

Sang Bode meminta saya mengikuti saja panduan ke dua cewek tersebut. Aku juga oke saja pada akhirnya. Mereka jalan di muka dan kami meng ikutinya ada berada di belakangnya. “Sepertinya dapat dibawa ke hotel, ” kata Bode.

Saya kurang yakin, karena saat itu berita yang kami dengar pemerintahan Cina keat masalah bawa pasangan orang lokal oleh orang asing. Sesudah jalan lumayan jauh pada akhirnya kami sampai ke taxi shelter, dan rupanya di sana banyak taksi.

Entahlah bahasa apa yang digunakan Bode, hingga ke-2 cewek itu ingin turut naik taksi ke hotel. Saya duduk di muka dengan sopir dan mereka bertiga ada di belakang. Waktu waktu itu telah memperlihatkan jam 5 sore.

Setelah tiba di Holiday Inn tempat kami bermalam, saya merekomendasikan ke Bode untuk dibawa ke restaurant dahulu. Jika langsung ke kamar, saya cemas kelak ketahuan teman-temen.

Kami berempat meminum kopi teh dan melahap makanan ringan. Ke-2 cewek itu benar-benar tidak memahami bahasa Inggris. Mungkin ia cuma memahami 3 kata, yes, no dan taxi.

Sang Bode memang kuakui ke pakarannya saat menarik cewek. Walau terhalang bahasa, tapi ia dapat meredam ke-2 cewek itu lumayan lama di restaurant. Taktiknya ajak ke-2 cewek itu untuk berdisco malam nanti di hotel Ini. Memang di lantai lantai dasar ada disco Xanadu. Ke-2 cewek itu menggangguk-angguk. Bermakna mereka memahami dan ingin dibawa disco.

Dalam bahasa kode Bode sukses sampaikan tujuan jika disconya membuka masih lama, menjadi sementara itu menanti di dalam kamar dahulu. Anehnya ke-2 cewek itu tahu dan ia bangun bersama Bode untuk naik ke kamar. Sementara itu saya membenahi bill. Saya memang menghindari naik lift dengan mereka, takut ketahuan sama kawan-kawan.

Saya memang sekamar dengan Bode. Ia sukses dengan sukses masukkan ke-2 cewek itu ke kamar. Karena usaha keras Bode dan sukses masukkan cewek ke kamar, karena itu ia yang memiliki hak pilih pasangannya. Saya sich di kasih yang mana saja oke, karena ke-2 nya cukup manis, hanya yang satu terlihat dewasa yang satu kembali imut.

Masalah selanjutnya ialah bagaimana mengolahnya. Saya tahu Bode tidak dapat bermain jika dilihat, atau ada pasangan lain bermain di sampingnya. Pengalamanku saat kami sekamar di Solo, lampu kamar dimatikan dan kasur spring bed di turunkan lantas di tegakkan hingga merintangi pandangan dari bed yang samping.

Sementara saya belum juga temukan jawaban, mendadak perutku mules ingin bab. Saya masuk dan duduk sekalian menghayal dan merokok. Menyengaja lama-lama walau telah usai. Saya memberikan peluang Bode untuk “memproses”. Saya kelak terima bersihnya.

Pintu kamar mandi diketok-ketuk, terdengarannya Bode meminta saya membuka pintunya. Demikian dibuka sang cewek imut di dorong masuk. ” Telah oke buat saja,” kata Bode.

Saya agak shock bagaimana mulai bicaranya. Kembali saya kebingungan sekalian menyulut rokok, eh ia justru meminta rokokku. Tidak cuma rokok yang kukasikan, tapi saya selanjutnya merengkuhnya dari belakang. Ia diam saja justru ngelendot.

Saya menciuminya dari belakang, rambutnya harum.Tanganku tanpa basa basi meremas ke-2 payudaranya yang tidak besar. Ia diam saja. Saya semakin berani, tanganku cari jalan untuk masuk ke dalam kembali pakaiannya. Hingga kemudian saya sukses meremas ke-2 susunya yang cukup kenyal..

Pakaiannya kubuka ia menolong dengan memberikan jalan supaya lebih gampang membuka. Sekalian bertumpu di wastafel saya dengan setahap menelanjangi, sampai tinggal celana dalamnya. Tubuhnya putih sekali, Asli Cina dan di Beijing juga. Kemaluannya saya remas-remas di luar celana dalamnya. Lantas tanganku menyelinap ke. Rambut bawahnya tebal, dan tidak demikian keriting.

Jariku bebas mengobok-obok kemaluannya yang telah cukup lembab. Kuturunkan celananya dan aku juga lantas menelanjangi diriku. Ia benar-benar cooperative. Kami berangkulan berhadap-hadapan dan penisku ku gerser-geserkan ke kemaluannya.

Saya lantas tutup toilet dan saya duduk diatasnya. Ia kuminta duduk dipangkuanku posisi berhadap-hadapan. Perlahan-lahan kuarahkan penisku masuk vaginanya sekalian ia merendahkan tubuhnya, sampai semua penisku masuk. Hangat sekali didalamnya dan cukup menjepit. Ia lantas menaik turunkan dan memutar-mutar pinggulnya.

Mungkin sekitaran 10 menit kami bermain, sampai saya merasa ingin ejakulasi. Ia kupeluk kuat dan lepaslah spermaku dalam vaginanya. Saya tidak paham apa ia telah orgasme apa belum. Tetapi yang kurasakan kemaluannya cukup legit .

Kami lantas bersihkan diri di bak mandi sekalian menyemprot air hangat. Ia menyabuni penisku sekalian berjongkok. Sesudah bersih, dikulumnya penisku. Lututku berasa lemas hingga saya cari tempat untuk duduk di tepi bak mandi. Ia melanjutkan mengulum penisku hingga kemudian berdiri lagi. Ia jago mengulum hingga barangku tidak butuh semakin lama istirahat bisa bangun kembali.

Kamar mandi hotel cukup lega hingga saya dapat melangsungkan handuk di lantai. Ia kuminta tidur terlentang beralas handuk dan saya menindihnya. Permainan man on the hebat lumayan lama berjalan. Saya lantas meminta bergnati posisi, hingga ia yang ada di atasku. Walau imut anak ini jago bermainnya. Ia mendesis-desis dan pada akhirnya mengeluh panjang. Mungkin ia capai orgasme. Karena sesudah mengeluh di tengkurap merengkuhku.

Sesudah orgasmenya surut posisi kubalik seperti tempat awal dan gantian saya yang memacunya. Vaginanya licin hingga saya cukup lama baru pada akhirnya dapat ejakulasi.

Cukup dapat 2 ronde. Kami bersihkan diri lantas kenakan pakaian, dan keluar kamar mandi. Di luar Bode ternyata juga usai, karena mereka telah kenakan pakaian lagi.

Kami bercakap sesaat dalam bahasa gado-gado. Bode mengisayaratkan saya dan ia bicara sekalian berbisik jika cewek ini kasih uang taksi saja agar pulang sendiri. Bode menyarankan saya memberikan 50 dolar AS, ia memberikan jumlah yang masih sama ke ceweknya. Di saat itu, dolar AS masih Rp 2.400 . Maka kurang lebih ya Rp 120.000. Mereka suka terima dolar kami dan mereka ingin pulang sendiri tanpa kami antara turun ke lobby.

Sesudah mereka keluar kamar, Bode akui jika cewek yang diputuskannya barangnya kurang sedap, cukup kendur . Maka ia hanya bermain sekali saja. ” Ah salah sendiri, kan itu opsi kamu,” kata ku.

 

 

MONA4D

Artikel Bokep

Create Account



Log In Your Account